Jumat, 04 November 2011

Kesenjangan Sosial Masyarakat Kaya dan Miskin, dalam Perkembangan Pribadi Manusia itu Sendiri

Kesenjangan yang terjadi di antara masyarakat disebabkan oleh adanya perbedaan yang mencolok antara satu individu dengan individu yang lain, atau antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain. Dari uraian tersebut dapat saya simpulkan bahwa pengertian dari kesenjangan sosial adalah "jarak" yang terjadi ditengah antara masyarakat disebabkan oleh perbedaan status sosial, maupun status ekonomi yang ada ditengah-tengah masyarakat.
 
Ada pun masalah nya yaitu Jumlah harta 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2010 mencapai 71,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 680 triliun yang setara dengan 10,3 persen Product Domestic Bruto (PDB), akan tetapi ironisnya jumlah penduduk miskin dalam 3 tahun terakhir justru meningkat sekitar 2,7 juta jiwa. Yang lebih memalukan lagi, jangankan dibanding Thailand atau Malaysia, Indonesia bahkan tertinggal dari Kamboja dan Laos dalam mengurangi kemiskinan. Menurut data ADB (asian development bank) di tahun 2008 angka kemiskinan di Indonesia mencapai 40,4 juta, dan di 2010 mencapai 43,1 juta. Peningkatan kekayaan orang kaya itu melejit rata-rata 80 persen selama lima tahun terakhir, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang berkisar hanya enam persen per tahun.

Sangat Memprihatinkan Negara kita! Di Indonesia ternyata ada banyak orang yang miskin, dan tidak sedikit yang amat miskin. Itu baru dilihat dari kepemilikan rumahnya. Bila dilihat dari kepemilikan lainnya, yang memang sedikit atau bahkan tak ada, semakin kita dibuat tercengang-cengang! Itulah kenyataan negara kita yang luar biasa, dan sekaligus amat memprihatinkan. Ada yang orang yang kaya sekali, tetapi ada orang yang miskin sekali.

Apakah benar kenyataan seperti itu tidak perlu kita pikirkan, lalu kita tentang, dan selanjutnya kita berusaha meminimalkan kesenjangan kaya-miskin yang demikian besar? Siapa pun yang mempunyai akal sehat dan kepekaan sosial pasti menjawab “perlu”, dan bahkan “harus”. Kenyataan itu merupakan penyakit dalam kehidupan sosial. Dan tidak ada penyakit yang dibiarkan semakin menjalar-meluas, kecuali oleh orang yang tidak waras kepekaan perasaannya.
Rasa-rasanya, untuk melangkah lebih jauh, memperjuangkan kehidupan sosial yang semestinya, lebih dahulu perlu disadari dan dipahami kenyataan kehidupan sosial kita sekarang ini, yang di dalamnya ada masalah dan sumbernya. Semua dari kita, yang mempunyai peruntungan, bakat, kecakapan yang berbeda-beda, oleh ke-makhluk-sosial-an kita, bersama-sama memiliki tanggung jawab untuk membangun kehidupan sosial yang baik. Namun beberapa dari kita, yang memiliki keunggulan-keunggulan sosial-politik-religius-budaya-ekonomi dan selanjutnya amat berpengaruh pada hitam-putihnya kehidupan sosial, mempunyai peranan yang lebih dan menentukan. Yang lebih besar mempunyai tanggung jawab yang lebih besar pula.

Untuk membuat diri kita tidak tercengang-cengang-prihatin ketika merenungkan kenyataan negara kita, kiranya dibutuhkan proses yang panjang dan berliku serta melelahkan. Tetapi, bukan berarti hal itu tidak perlu.



Sumber:www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar